Bandar Bola,Casino dan Poker Online Terpercaya

WHAT'S NEW?
Tampilkan postingan dengan label Liga Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Indonesia. Tampilkan semua postingan

Bolalive11, Jakarta - Persija Jakarta tinggal selangkah lagi bisa meraih gelar juara Gojek Liga 1 2018 bersama Bukalapak. Laga pekan terakhir melawan Mitra Kukar yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (9/12/2018) jadi penentu akhir takdir Macan Kemayoran di pentas kompetisi tertinggi.

Saat ini Persija mengoleksi 59 poin, unggul sebiji poin dari PSM Makassar yang menjadi rival utama. Tim Juku Eja punya peluang menyodok jika Persija tersandung di SUGBK dan mereka sukses mengantungi kemenangan kontra PSMS Medan di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, pada akhir pekan ini.

Persija hingga saat ini tercatat sebagai klub terbanyak meraih gelar juara kompetisi kasta tertinggi Tanah Air. Mayoritas di antaranya didapat dengan memenangi laga puncak di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Persija tercatat menjadi jawara perserikatan edisi tahun 1931, 1933, 1934, 1938 (sebagai VIJ Jakarta), 1954, 1964, 1973, 1975, 1979. Sebiji gelar lagi didapat Macan Kemayoran di era Liga Indonesia (penggabungan Galatama dan perserikatan), tepatnya pada musim 2001.

Semenjak SUGBK diresmikan 1962, tim ibu kota menjadi tim terbaik di stadion legendaris tersebut sebanyak lima kali.

Pendukung Persija saat merayakan kesuksesan klub kesayangannya jadi juara perserikatan 1973. (Bola.com/Repro. Kompas)


Persija jarang gagal meraih trofi juara jika memainkan pertandingan puncak kompetisi berformat grand final. Mereka hanya tercatat tiga kali jadi runner-up, yakni pada edisi 1978, 1988, dan 2015.

Tak bisa dimungkiri semangat para pemain Persija selalu menggelora saat berlaga di Senayan, yang notabene kandang mereka. Puluhan ribu suporter pendukung Persija selalu mendominasi tribune stadion.

"Saat bertanding di SUGBK kami tentu tidak ingin mengecewakan suporter. Mereka datang dan membayar tiket pertandingan untuk menyaksikan Persija menjadi juara. Tidak ada cerita kami menjadi tim kedua, pokoknya di Senayan kami harus juara," ujar Oyong Liza, kapten Persija di era 1970-an dalam sebuah sesi wawancara dengan penulis beberapa tahun silam.

Para pemain Persija merindukan momen bermain di SUGBK, stadion yang menjadi saksi bisu kejayaan mereka. Apalagi sejak Liga musim 2017 memutuskan klub bermarkas di Stadion Patriot, Bekasi.

Catatan sejarah menunjukkan Persija tidak selalu bermarkas di SUGBK. Di awal masa berdirinya pada 28 November 1928 klub yang satu ini sempat bermarkas di Lapangan Laan Trivelli (nama lama Tanah Abang), Lapangan Pulo Pioen (Petojo), Stadion IKADA, Stadion Menteng.

Beberapa tahun belakangan Persija kerap memainkan pertandingan kandang di Stadion Manahan (Solo), Stadion Kanjuruhan (Malang), dan terakhir Stadion Patriot (Bekasi). Banyak faktor yang menyebabkan Persija kerap jadi tim musafir. Mulai dari urusan sulitnya surat izin pertandingan, biaya sewa stadion yang mahal, hingga terkena hukuman dari PSSI.

Akan tetapi cerita melegenda Persija Jakarta meraih kesuksesan setiap bermain Stadion Utama Gelora Bung Karno, turun menurun berhembus dari mulut ke mulut para fans Tim Macan Kemayoran.



Bertabur Gelar di Era Dokter Gigi

Pemain Persija merayakan kesuksesan menjadi juara perserikatan 1964. (Bola.com/Repro Aneka)
Pemain Persija merayakan kesuksesan menjadi juara perserikatan 1964. (Bola.com/Repro Aneka)


Jika bicara sejarah, Persija merupakan raja kompetisi amatir perserikatan. Koleksi gelar juara yang diraih Tim Macan Kemayoran mengalahkan Persebaya Surabaya, PSMS Medan, PSIS Semarang, atau Persib Bandung.

Pada periode 1950 hingga 1970-an Persija tidak pernah kering mencetak pesepak bola berbakat. Mereka lahir dari binaan kompetisi internal yang tertata rapi.

Persija kerap dijuluki miniatur Timnas Indonesia, sanking banyaknya pemain mereka yang masuk skuat Tim Merah-Putih.

Di era 1960-an sosok Endang Witarsa melegenda sebagai pelatih bertangan dingin yang banyak mencetak pemain-pemain belia berkelas Persija. Di awal masa kepemimpinannya pada tahun 1962, ia dengan berani melakukan perombakan total skuat Tim Macan Kemayoran. 

Pelatih yang berprofesi sebagai dokter gigi itu mencampakkan nama-nama beken macam Tan Liong Ho, Paidjo, San Liong, serta Chris Ong, yang menjadi pilar klub di era 1950-an. Skuat Persija dihuni pemain interval usia 16-19 tahun!

Endang mengusung filosofi permainan cepat, skillfull, dan cerdik.


Di era Endang Persija dibela Sinyo Aliandoe, Yudo Hadijanto, Surya Lesmana, Soetjipto Soentoro. Dan benar saja Persija di tangan Endang jadi tim terbaik dengan bermodal darah muda. Di laga final perserikatan 1964, Persija berjumpa Persebaya.

Saat itu Maung Bandung termasuk tim kuat di perserikatan, selain PSM Makassar. Laporan Majalah Aneka Olahraga menuliskan Stadion Utama Gelora Bung Karno penuh sesak 60 ribu pasang mata.

Di hadapan pendukungnya Persija membungkam Tim Bajul Ijo 4-1. Gelar juara Persija terasa spesial karena sepanjang kompetisi perserikatan mereka tidak pernah kalah. Sukses Persija mengantar Endang Witarsa ke kursi nakhoda Timnas Indonesia.

Tujuh tahun berselang Persija kembali bersua Persebaya di laga puncak perserikatan 1973. Kali ini Persija ditukangi murid Endang, Sinyo Aliandoe.

Kedua tim yang terlibat bentrok bertabur bintang. Persija dibela Sutan Harharah, Anjas Asmara, dan Oyong Liza. Sementara itu, Persebaya diperkuat Rusdi Bahalwan, Abdul Kadir, dan Waskito.

Pertandingan di SUGBK berlangsung panas sejak menit awal. Seperti yang diberitakan Harian Merdeka, sempat terjadi tawuran antarpemain. Insiden baku pukul mencuat seusai Sutan Harharah mentekel Abdul Kadir. Pemain Persebaya lain yang tidak terima rekannya dikasari menyerbu Oyong Liza, kapten Persija.

Selanjutnya giliran Rusdi Bahalwan yang dikeroyok pemain Macan Kemayoran. Pihak keamanan turun ke lapangan buat memisahkan tawuran.

Sepanjang pertandingan Persebaya mengintimidasi Persija. Tim tuan rumah dibuat bertahan total.

Namun, dewi fortuna lebih berpihak pada Persija. Pada menit ke-81, berawal dari tendangan bebas, Risdianto melayangkan umpan terukur pada Andi Lala, yang kemudian dengan aksi individu memperdaya kiper Bajul Ijo, Harry Tjong. Hingga peluit panjang ditiup wasit skor tak berubah 1-0 buat tim ibu kota.

Pemain Persija melakukan aksi selebrasi keliling lapangan dengan membawa bendera berlambang Jaya Raya, yang menjadi simbol Jakarta dan Persija sendiri.



Dua Kali Gasak PSMS di Era Perserikatan

Kartu merah Iswadi Idris di final perserikatan 1975 memicu keributan antara pemain Persija dengan PSMS (Bola.com/Repro Merdeka)


Partai final perserikatan 1975 di Stadion Utama Senayan (nama lawas Stadion Utama Gelora Bung Karno) jadi pertandingan yang paling ditunggu-tunggu. Animo penonton amat tinggi.

Koran Pelita edisi 10 November 1975 menyebut penonton pertandingan ini menembus 125 ribu orang, rekor kedua tertinggi sepanjang masa setelah duel puncak perserikatan 1985 yang mempertemukan PSMS kontra Persib Bandung.

Harian Merdeka menggambarkan pertandingan Persija Vs PSMS amat meriah. Dari sebelah kanan tribun nyaring terdengar teriakan suporter: "Hidup Persija...Hidup Persija!"

Sebagai tuan rumah wajar jika Persija mendapat dukungan lebih banyak massa dibanding PSMS. Walau berstatus sebagai tim tamu kubu Ayam Kinantan lebih dulu unggul pada menit ke-10, lewat sumbangsih Parlin Siagian yang memperdaya gawang, Sudarno, lewat permainan kombinasi dengan Mariadi dan Nobon.

Sejak awal PSMS mengambil inisiatif menyerang. Permainan keras ala rap-rap mereka peragakan di lapangan basah yang diguyur hujan.

Persija menyamakan kedudukan lewat gol sundulan Andi Lala. Saat skor imbang pertandingan kian memanas. Kedua tim memperagakan permainan keras menjurus kasar.

Wasit Mahdi Thalib, sibuk mengeluarkan kartu dan memperingatkan pemain di kedua kubu.

Pemain PSMS dan Persija sempat bersitegang saat Sarman Panggabean memotong bola Junaidi Abdillah. Pemain Persija tidak terima rekannya dikasari. Para pemain PSMS tidak mau tinggal diam.

Perang mulut dan aksi saling dorong terjadi. Konflik terbuka pun meledak usai Iswadi Idris dikartu merah karena tekel keras ke Nobon. Kapten Persija, Oyong Liza, tidak terima dengan hukuman yang dijatuhkan pada kompatriotnya.

Oyong menilai semestinya Iswadi hanya kena kartu kuning, karena pelanggarannya mirip dengan Sarman. "Keputusan wasit tidak adil!" teriak Oyong seperti yang dikutip dari Harian Merdeka di tengah kerumunan aksi protes ke pengadil.

Perkelahian massal antarpemain pecah di lapangan. Pelipis Nobon luka karena kena pukulan sejumlah pemain Persija. Aparat keamanan turun tangan untuk memisahkan.

Ketua Umum PSSI, Kardono, turun ke lapangan. Ia melakukan pembicaraan dengan manajer kedua tim. Sebagai titik tengah ia mengusulkan juara bersama. "Pertandingan sudah terlalu panas, riskan jika dilanjutkan," ujar Kardono.

Pertandingan pun dihentikan pada menit ke-40. Persija dan PSMS dinobatkan sebagai juara bersama.

Persija kembali mengulang sukses menjadi juara perserikatan edisi 1979, yang menggunakan format final dengan sistem grouping. Persija saat itu ditukangi pelatih asing asal Polandia, Marek Janota.

Kepastian Persija menjadi juara didapat setelah mereka mengalahkan PSMS Medan dengan skor 1-0 di SUGBK. Gol tunggal Tim Merah dicetak Andi Lala di menit ke-64.

Pertandingan lain yang mempertemukan Persebaya kontra PSM yang berkesudahan 2-1 tak memengaruhi klasemen. Persija kembali berjaya di Senayan.



Gelar Juara Liga Indonesia 2001

Persija saat juara Liga Indonesia 2001. (Bola.com/Dok. Persija)


PSSI memutuskan memutar kompetisi format baru dengan menggabungkan klub-klub galatama dengan perserikatan. Kompetisi berlabel Liga Indonesia dihelat perdana musim 1995-1996 dengan memunculkan Persib Bandung sebagai juara.

Di awal-awal Liga Indonesia, Persija jadi spesialis papan bawah. Kondisi keuangan yang seret membuat klub ibu kota tak bisa kompetitif.

Kehadiran Gubernur DKI, Sutiyoso alias Bang Yos pada 1997 sebagai pembina klub merubah situasi. Persija mendadak jadi klub kaya raya dengan keuangan gemuk kucuran APBD.

Bang Yos yang mendorong terbentuknya kelompok suporter The Jakmania. Karena prestasi yang melempem, Persija kehilangan pendukung.

Minggu Malam, 7 Oktober 2001, jadi momen yang tidak bisa dilupakan bagi pendukung Persija, The Jakmania. Warna oranye mendominasi Stadion Utama Gelora Bung Karno. The Jakmania datang ke stadion buat memberi dukungan kepada Macan Kemayoran yang berhadapan dengan PSM Makassar di final Liga Indonesia 2001.

Laporan pertandingan PSSI menyebut angka penonton laga ini menembus 60 ribu orang. Dukungan The Jakmania membakar semangat Bambang Pamungkas dkk. di lapangan.

Persija unggul tiga gol sumbangan Imran Nahumarury dan Bepe (2 gol), sebelum akhirnya Tim Juku Eja memangkas skor menjadi 3-2.

Gol kedua Bambang masuk kategori gol indah. Playmaker Persija kala itu, Luciano Leandro berperan besar dalam proses terjadinya gol tersebut.

Pemain asal Brasil itu menyodorkan umpan lambung ke Bepe yang dalam posisi bebas di sisi luar pertahanan PSM. Bek Ayam Jantan dari Timur, Joseph Lewono, kelimpungan mengejar lari Bambang. Tendangan keras sang striker mengoyak gawang PSM yang dikawal Hendro Kartiko.

"Saya sudah menduga kiper akan mempersempit ruang tembak, tapi dengan kaki kiri saya arahkan bola ke kanan atas yang tak terjangkau olehnya," ujar Bepe yang di Liga Indonesia 2001 mencetak 15 gol dan mencatatkan diri sebagai pemain terbaik.

"Gol yang brilian. Bambang cerdik sekaligus licin bisa melepaskan diri dari pemain belakang kami. Saya sudah mencoba mempersempit ruang tembak, tapi ia masih bisa melihat celah kosong," komentar Hendro Kartiko.

Pelatih PSM, Syamsuddin Umar mengakui Persija pantas menjadi kampiun. "Mereka unggul materi pemain. Kualitas tim inti dan pengganti sama bagus. Sementara di tim kami hal itu menjadi masalah."

Di Liga Indonesia 2001 skuat Persija memang mentereng. Selain Bambang, Tim Oranye punya pemain-pemain berkelas macam Luciano Leandro, Gendut Doni, Anang Ma'ruf, Nuralim, Antonio Claudio, Imran Nahumarury.

The Jakmania berpesta usai Persija mengangkat piala. Bepe dkk. diarak keliling jalan besar ibu kota. Suporter sempat merayakan kesuksesan tim kesayangannya di Bundaran Hotel Indonesia.

Akankah cerita-cerita sukses Persija di SUGBK akan berulang pada Sabtu (17/2/2018)? Persija akan berjumpa Bali United dalam laga puncak Piala Presiden 2018.




Trofi Piala Presiden 2018

Seorang Jakmania menerobos lapangan saat merayakan kemenangan Persija Jakarta atas Bali United pada final Piala Presiden di SUGBK, Jakarta, Sabtu (17/2/2018). Persija menang 3-0 atas Bali United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)


Tahun 2018 ini Persija angkat trofi di SUGBK, tepatnya saat mereka menjadi jawara turnamen pramusim Piala Presiden 2018.

Persija menjadi juara  setelah mengalahkan Bali United 3-0 pada final, Sabtu (17/2/2018) malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Persija unggul 2-0 pada babak pertama melalui gol Marko Simic pada menit ke-20 dan 45+2. Pada babak pertama, Persija memang menguasai jalannya laga dengan perbandingan 53 persen berbanding 47.

Final Piala Presiden: Tiket Persija Vs Bali United Ludes, Suporter Memburu CaloFinal Piala Presiden: Militansi Singa Mania, Naik Truk ke Jakarta demi Sriwijaya FCIni Pesan Pemain Legendaris Bali untuk Made Andhika di TC Timnas U-23 

Pada babak kedua, Persija langsung tancap gas meski sudah mengantongi dua gol. Tekanan demi tekanan dilakukan anak asuh Stefano Teco untuk memastikan trofi Piala Presiden 2018.

Namun, Bali United juga tak mau kalah, walau mereka hanya menciptakan peluang melalui tembakan jarak jauh. Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Bali United justru kebobolan lagi.

Pada menit ke-62, Novri Setiawan membuat puluhan ribu The Jakmania di SUGBK bergemuruh. Novri membobol gawang Wawan Hendrawan lewat tendangan keras dari sisi kiri setelah memanfaatkan umpan Rohit Chand.

Unggul 3-0 membuat Persija sedikit menurunkan tekanan. Namun, mereka kembali panas setelah Bali United mencuri kesempatan dan dua kali membuat peluang.

Persija kembali mendapat kans dari tendangan sudut. Namun, bola hasil eksekusi Rezaldi Hehanussa diamankan Ricky Fajrin. Persija menggempur Bali United habis-habisan. Marko Simic lolos dari kawalan, sayang bola tendangannya kurang akurat dan berhasil ditangkap Wawan Hendrawan.

Memasuki 10 menit terakhir, Persija tak menurunkan tekanan. Serangan balik cepat dibangun Riko Simanjuntak dkk. namun belum menghasilkan gol tambahan.

Persija akhirnya memastikan trofi Piala Presiden edisi ketiga setelah kedudukan 3-0 bertahan hingga wasit Oky Dwi Putra meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Persija Jakarta menjadi juara Piala Presiden 2018 dan berhak mendapatkan hadiah Rp 3,3 miliar sementara Bali United mendapatkan Rp 2,2 miliar.



Bolalive11 Cibinong - Gelandang PSMS Medan, Shohei Matsunaga, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap kinerja wasit Doni Setia Purnama yang memimpin laga tunda pekan ke-25 Liga 1 2018 melawan PS Tira, Rabu (5/12/2018).

Pertandingan tersebut sudah ketat sejak awal laga. Sampai pada menit ke-10, wasit mengeluarkan kartu merah untuk Shohei Matsunaga karena melanggar gelandang PS Tira, Ahmad Nufiandani.

Hal itu lantas mengundang reaksi dari suporter PSMS. Bahkan, mereka langsung mengeluarkan nyanyian rasis yang menghujat wasit dan membuat laga sempat ditunda sejenak pada menit ke-32.

Tak cukup sampai situ, wasit Doni Setia Purnama juga beberapa kali membuat keputusan yang kontroversial yang mayoritas merugikan Tim Ayam Kinantan. Menurut Shohei, hal semacam ini yang membuat sepak bola Indonesia susah maju.

"Pada pertandingan hari ini saya pikir (buruknya kepemimpinan wasit) sangat kelihatan sekali. Saya sudah sejak 2011 bermain di Indonesia dan kalau seperti itu susah adanya kemajuan untuk sepak bola Indonesia," kata Shohei Matsunaga dalam konferensi pers seusai laga.

"Para pemain sudah bersemangat, akan tetapi ada yang bantu dengan cara seperti itu. Membuat pemain kesulitan (untuk meraih kemenangan) dan saya juga kecewa," ujar pemain asal Jepang berusia 29 tahun itu.

Kekalahan ini membuat PSMS Medan turun ke dasar klasemen sementara dengan raihan 37 poin. Dengan satu laga sisa melawan PSMS Makassar pada Minggu (9/12/2018), peluang Ayam Kinantan untuk bertahan di Liga 1 sangat tipis.


Bek Persija Jakarta, Jaimerson Xavier, merayakan gol yang dicetak Marko Simic ke gawang Sriwijaya FC pada laga Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Sabtu (24/11). Persija menang 3-2 atas Sriwijaya.


Bolalive11 Jakarta, - Persija Jakarta mendapat kepastian bakal menjamu Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (9/12/2018). Ini menjadi pertandingan terakhir dan krusial bagi Macan Kemayoran pada kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak.

Awalnya, duel Persija kontrak Mitra Kukar ini bakal berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Namun pendukung Persija, The Jakmania, mendesak agar duel digelar di SUGBK.

Awalnya permintaa ini sulit terwujud. Sebab, sehari sebelumnya, SUGBK sudah dipesan untuk acara keagamaan.

"Pertandingan kandang kami tanggal 9 Desember, sampai kemarin kami dapat kepastian di Patriot karena SUGBK ada acara sehari sebelumnya," kata COO Persija, M. Rafil Perdana, dalam jumpa pers yang berlangsung di Kantor Persija, Rabu (5/12/2018).

"Tapi, karena keinginan Jakmania, kami lakukan berbagai upaya untuk mendapat restu main di SUGBK. Pagi ini kami mendapat izin main di SUGBK," imbuhnya.

Menurut Rafil, Persija juga sudah mengantongi izin dari Polda Jakarta dan Polres Jakarta Pusat. Kini pihak Macan Kemayoran tinggal menunggu rapat koordinasi dari pihak kepolisian untuk mengamankan pertandingan yang menjadi penentu gelar juara Liga 1 tersebut.

Bantu Bersih-Bersih

Striker Persija Jakarta, Marko Simic, merayakan gol yang dicetak Maman Abdurahman ke gawang Sriwijaya FC pada laga Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Sabtu (24/11). Persija menang 3-2 atas Sriwijaya. 


Rafil melanjutkan, Jakmania bakal membersihkan SUGBK dari atribut yang bakal digunakan saat acara keagamaan umat kristiani. Acara itu dijadwalkan berakhir pada pukul 22.00 WIB.

"Kami akan bantu bongkar-bongkar acara keagamaan tanggal 8 agar bisa digunakan sehari setelahnya," ucap Rafil.

"Kalau jumlahnya itu tergantung koordinator wilayah Jakmania. Kami masih menunggu saja (yang akan bantu bersih-bersih," katanya menegaskan.

Persija sejauh ini masih berada di puncak klasemen Liga 1 dengan 59 poin dari 33 laga. Sementara di urutan kedua ditempati PSM yang tertinggal 1 poin. Kemenangan melawan Mitra Kukar bakal membawa Persija keluar sebagai juara Liga 1 musim ini.

Bolalive11 - Menpora Imam Nahrawi memberikan ucapan selamat kepada Ezra Walian setelah jadi Warga Negara Indonesia. Imam berharap hal itu menginspirasi anak Indonesia lain di luar negeri.

Ezra secara resmi mengucapkan sumpah menjadi WNI di Kantor Kemenkumham, Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (18/5/2017). Pesepakbola berusia 19 tahun itu ditemani ayahnya, Glenn Walian, yang juga diambil sumpahnya sebagai WNI. 

Resminya Ezra disambut positif oleh Imam.

"Selamat Ezra, selamat mengibarkan Merah Putih, selamat bawa timnas Indonesia ke jenjang yang mengembirakan," kata Imam ketika ditemui di Kantor Kemenpora, Senayan, pada Jumat (19/5/2017). 

"Saya yakin semangat Ezra nanti menginspirasi seluruh anak Indonesia yang sedang berada di Indonesia untuk kembali ke tanah air," harapnya. 

Ezra menargetkan membawa Indonesia menjadi juara. Dia sendiri masuk dalam rencana pelatih Luis Milla untuk tampil di ajang SEA Games 2017.
Sergio van Dijk saat alami cedera (Foto: Muchus Budi R.)

Bolalive11 - Kondisi Sergio van Dijk sudah membaik usai dibekap cedera. Pelatih Persib Bandung Djajang Nurdjaman pun membuka kans memainkannya di laga berikutnya.


Persib akan menjamu Borneo FC di laga pekan ketujuh Liga 1, yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (21/5/2017) besok.

Djajang menilai persiapan timnya sudah cukup bagus, termasuk kondisi para pemainnya. Apalagi kondisi Van Dijk juga sudah membaik.

"Kondisi dia siap. Ada kemungkinan dia bisa saya turunkan. Tapi masih akan melihat perkembangan terakhirnya dulu sebelum pertandingan," ujar Djajang saat dihubungi, Jumat (20/5/2017).

Van Dijk mengalami cedera pada lutut ketika tampil di Piala Presiden 2017. Sejak saat itu, kondisinya tak kunjung membaik. Persib pun memilih mendatangkan Carlton Cole yang diharapkan bisa menjadi solusi di lini depan.

Namun, Cole belakangan juga diketahui masih bermasalah pada kondisi fisiknya. Persib kini sedang fokus mengembalikan dan meningkatkan fisik pesepakbola yang pernah meramaikan Premier League Inggris itu.

Bolalive11 - Persela Lamongan berharap para suporternya bisa lebih menaati peraturan setelah Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persela didenda Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Sanksi tersebut dijatuhkan setelah ada petasan suar (flare) yang dinyalakan penonton ketika Persela menjalani laga kandang di Stadion Surajaya Lamongan. Panpel Persela didenda Rp 10 juta.


"Ya kita memang sudah menerima pemberitahuan kalau kita terkena denda karena penyalaan flare ketika Persela menjamu Persija Jakarta," kata Media Officer Persela Lamongan Andika Hangga.

"Satu flare dinyalakan oknum suporter di sisi tribun timur Stadion Surajaya," lanjutnya menjelaskan insiden yang terjadi di menit-menit akhir ketika menjamu Persija Jakarta.

Agar di masa depan terhindar dari sanksi dan denda, Angga pun meminta dan berharap suporter Persela mematuhi peraturan termasuk tidak menyalakan flare ketika pertandingan berlangsung.

"Kami berharap agar para suporter menaati sehingga Persela yang kita cintai dan banggakan bersama ini bisa terhindar dari sanksi dan denda," sebutnya.

Bolalive11 - Semen Padang bermain imbang saat menjamu Persib Bandung di pekan keenam Liga 1. 'Kabau Sirah' vs 'Maung Bandung' berakhir 0-0.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sabtu (13/5/2017), harapan menyaksikan duel dua marquee player yakni Didier Zokora vs Michael Essien mesti tertunda.

Eks pemain Chelsea itu dicadangkan pelatih Djajang Nurdjaman bersama Charlton Cole. Sementara dua pemain muda andalanya, Febri Hariyadi dan Gian Zola, bisa kembali main setelah kembali dari TC Timnas U-22.

Kedua tim lebih banyak bertarung di lini tengah. Di babak pertama, minim tercipta peluang emas dari Semen Padang maupun Persib.

Di babak kedua, tuan rumah lebih banyak menciptakan peluang. Tercatat Marcel Sacramento dan Vendry Mofu punya beberapa kali peluang emas. Namun hingga laga berakhir, kedudukan tanpa gol tetap bertahan.

Tambahan satu poin membuat Persib masih bertahan di peringkat dua dengan poin 12. Sementara Semen Padang naik ke posisi 10 dengan poin 8 dari enam laga.

Jalannya Pertandingan

Sempat alot di awal, peluang pertama diciptakan tuan rumah pada menit ke-13. Namun sepakan Kevin Ivander bisa diamankan Muhammad Natshir.

Marcel melanjutkan tekanan dua menit berselang. Namun sepakannya memanfaatkan umpan tendangan bebas masih melambung ke atas gawang Persib.

Persib baru keluar dari tekanan di menit ke-20. Beberapa kali Febri bisa mendapat ruang gerak yang membuatnya punya kesempatan melakukan penetrasi di sisi sayap.

Di menit ke-31, Febri melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun bola masih melabung ke atas gawang.

Semen Padang membalas tiga menit berselang. Riko Simajuntak mendapat ruang tembak yang bagus, namun bola sepakannya juga melenceng di sisi kiri gawang Persib.

Di sisa waktu babak pertama berakhir, tidak ada gol tercipta. Kedudukan Semen Padang vs Persib masih 0-0.

Babak kedua dimulai, Semen Padang melakukan dua pergantian sekaligus dengan memasukkan Vendry dan Irsyad Maulana menggantikan Adi Nugroho dan Kevin.

Hasilnya cukup terlihat di mana Semen Padang bisa menciptakan beberapa peluang. Sadar akan hal itu, Persib akhirnya memasukkan Essien menggantikan Gian Zola di menit ke-53.

Duel Zokora vs Essien pun tersaji. Dan Semen Padang langsung merespon masuknya Essien dengan menciptakan peluang emas semenit berselang.

Sacramento yang menguasai bola di depan kotak penalti Persib, bisa mengecoh Essien dan Dedi Kusnandar sebelum melepaskan tendangan kaki kanan. Namun bola sepakannya masih bisa ditepis Natshir.

Semen Padang kembali menciptakan peluang pada menit ke-67. Kejelian Sacramento melihat pergerakan Vendry membuatnya langsung mengirim umpan ke mulut gawang. Vendry yang coba melakukan sundulan gagal menjangkau bola lantaran Natshir bisa lebih dulu menepisnya. 

Di menit ke-70, Essien dan Zokora terlibat duel perebutan bola. Namun wasit menghentikannya.

Di menit ke-83, Persib mengganti Atep dengan Raphael Maitimo dengan harapan bisa menekan jelang laga akhir. Tapi justru sebaliknya, Semen Padang bisa mengurung pertahanan Persib.

Peluang emas lagi-lagi diciptakan Semen padang di menit 89. Tendangan keras Vendry dari luar kotak penalti melenceng tipis di samping kiri gawang Persib.

Di masa injury time, peluang emas terakhir pun didapat Semen Padang lewat Rudi. Namun dia gagal memanfaatkannya dan laga pun berakhir imbang tanpa gol

Susunan Pemain

Semen Padang: Muhammad Ridwan, Agung Prasetyo, Cassio Fransisco, Novan Setya, Didier Zokora, Finno Andrianas (Fandry Imbiri 76'), Kevin Ivander (Irsyad Maulana 46'), Rudi, Adi Nugroho (Vendry Mofu 46') Marcel Silva Sacramento (c), Riko Simajuntak

Persib Bandung: M Natshir, Achmad Jufriyanto, Henhen Herdiana (Tony Sucipto 72'), Supardi, Vladimir Vujovic, Atep (c) (Raphael Maitimo 83'), Dedi Kusnandar, Febri Hariyadi, Gian Zola (Michael Essien 53'), Hariono, Shohei Matsunaga 

Bolalive11 - Sriwijaya FC berhasil mengalahkan Barito Putera di pekan keenam Liga 1. Laskar Wong Kito menang dengan skor 3-2 atas Laskar Antasari.

Bertanding di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu (13/5/2017), Sriwijaya bisa mencetak gol cepat saat laga baru memasuki menit kedua.

Adalah Hilton Moreira yang menjebol gawang Shahar Ginanjar. Gol itu jadi yang keempat dicetak pemain asal Brasil, sekaligus membawa tuan rumah memimpin 1-0.

Di menit ke-16, Barito membalas lewat aksi Rizky Pora. Pelanggaran pemain Sriwjaya di kotak penalti membuat tim asuhan Jacksen F Thiago dapat hadiah penalti yang tak disia-siakan Rizky. Skor jadi 1-1.

Tuan rumah kembali unggul pada menit ke-37 setelah Alberto 'Beto' Goncalves membobol gawang Shahar. Babak pertama pun berakhir 2-1 untuk keunggulan Sriwijaya.

Di babak kedua, Rizky Pora membawa Barito menyamakan kedudukan jadi 2-1. Pemain berusia 27 tahun itu membobol gawang Teja Paku Alam memanfaatkan umpan terukur Paulo Sitanggang pada menit 59.

Kedudukan imbang membuat laga berjalan menarik. Sriwijaya yang tak mau malu di depan pendukungnya, mampu mengurung pertahanan tim tamu. 

Sampai akhirnya di menit ke-76, tim asuhan Osvaldo Lessa kembali unggul lewat gol kedua Beto. Kali ini, gantian Sriwijaya yang mendapat hadiah penalti menyusul handball Hansamu Yama.

Barito coba keluar untuk menyerang. Paulo Sitanggang bisa melepaskan tembakan di menit ke-78, namun bola masih bisa ditangkap Teja Paku Alam.

Di sisa laga, Sriwijaya bisa mempertahankan keunggulan 3-2. Kemenangan ini jadi yang kedua dari enam pertandingan.

Tambahan tiga poin membuat Sriwijaya merangsek ke posisi empat untuk sementara dengan poin 10. Sementara Barito Putera tertahan di peringkat 11 dengan koleksi 7 angka.

Susunan Pemain

Sriwijaya: Teja Paku Alam, Zalnando, Bobby Satria, Rudolfo Yanto Basna, Marckho Sandy Merauje, Yoo Hyun Koo, Tijani Belaid, TA Mushafry (Anis Nabar 73'), Maldini Pali (M. Nur Iskadar 46'), Alberto Goncalves (Manda Chingi 88'), Hilton Moreira

Barito Putera: Shahar Ginanjar, Valentino Telaubun, Aaron Michael Evans, Hansamu Yama, Nazar Nurzaidin (Dandi Maulana 39', Yongki Aribowo), Gavin Kwan Adsit, Rizky Pora, Amirul Mukminin (Paulo Sitanggang 51', Nazarul Fahmi 85'), Fajar Handika, Douglas Parker (David Laly 79'), Matias Cordoba
Bek kiri Persija, Rezaldi Hehanusa (kiri) saat beraksi bersama timnya yang menjamu Barito Putera pada pekan kedua Liga 1 musim 2017 di Stadion Patriot, Kota Bekasi, Sabtu (22/4/2017) sore.(FERNANDO RANDY/JUARA.NET)

Bolalive11 - Fullback Persija Jakarta, Rezaldi Hehanusa, membantah mangkir dari panggilan tim nasional U-22 untuk mengikuti pemusatan latihan di Karawaci, Tangerang, 7-10 Mei 2017.

Pemain yang akrab disapa Bule tersebut malah sangat memiliki keinginan memperkuat tim nasional di SEA Games 2017.

Rezaldi menjadi perbincangan hangat karena ketidakhadirannya dalam pemusatan latihan. Persija tidak mengizinkan pemain berusia 21 tahun tersebut mengikuti pelatnas karena dia mengalami cedera seusai tampil melawan Madura United pada 4 Mei 2017.

Meski begitu, Rezaldi ternyata tampil penuh dalam pertandingan Liga 1 melawan Persela Lamongan pada 10 Mei 2017.

Kehadiran Rezaldi pada laga tersebut membuat Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi marah. Di sela-sela pembukaan turnamen Invitasi Sepak Bola Antarforum Wartawan 2017 yang digelar PSSI Pers di GOR Soemantri Brojonegoro, Rabu (10/5/2017), Edy menyatakan bahwa pemain yang tidak bersedia membela timnas, lebih baik keluar saja dari Indonesia.
Namun, Rezaldi menolak anggapan tersebut. Berikut pernyataan lengkap Rezaldi kepada KOMPAS.com, Kamis (11/5/2017).

Saya bukannya tidak mau membela timnas. Impian saya dari kecil adalah saya bermain di klub besar. Setelah di klub besar, impian saya adalah bermain di timnas. Saya juga punya orang tua TNI.

Jadi, saya tidak mungkin mengkhianati negara saya sendiri. Kalau masalah cedera kemarin, saya tahap recovery otot. Manajemen juga tahu beberapa pemain tidak bisa ikut saat melawan Persela Lamongan. Saya, Pacheco, dan Andritany ada pemulihan cedera. Saya diharuskan berangkat ke Lamongan oleh manajemen.

Di sana, kondisi saya dilihat dan semuanya yang tahap pemulihan seperti Pacheco dan Andritany. Saya bertiga lalu diputuskan bermain oleh manajemen.

Masalah timnas, saya tidak pernah menolak panggilan dari timnas. Saya sendiri punya bapak mengabdi pada negara lewat TNI AD. Masak, saya mau nolak panggilan Indonesia. Saya tidak memiliki niat seperti itu. Jadi saya tidak mungkin menghianati negara saya sendiri dan tolak panggilan itu.

Kemarin, manajemen juga sudah kirim surat ke PSSI. Makanya, saya ikut apa kata manajemen. Intinya, saya tidak ada niat buat nolak panggilan negara dan saya ingin berjuang bersama Indonesia.

Saya malah senang dan gembira jika saya bisa berjuang bersama indonesia di SEA Games nanti. Itulah impian saya

Jika pemanggilan itu ada setelah pertandingan melawan Lamongan kemarin, saya akan siap dan saya siap mengabdi pada negara. Saya siap bertempur demi Indonesia!

Satu lagi, bapak saya juga pernah bermain di SEA Games sebagai pelari jarak jauh. Bapak saya membela Indonesia. Biar warga Indonesia tahu kalau saya tidak pernah menolak panggilan itu.

Bolalive11 - Kompetisi sepakbola kasta tertinggi Indonesia, Liga 1, memasuki pekan keenam. Sembilan pertandingan lanjutan akan digelar akhir pekan ini.

Rangkaian pertandingan dimulai dengan Persipura menjamu Bhayangkara FC di Stadion Mandala, Jumat (12/5/2017).

Persipura yang tampil angin-anginan di lima pertandingan sebelumnya (dua menang, dua kalah, dan sekali imbang), ditantang Bhayangkara yang sudah menang tiga kali.

Selanjutnya ada laga menarik yang mempertemukan Semen Padang vs Persib Bandung di Stadion GOR Haji Agus Salim pada Sabtu (13/5/2017). Maung Bandung mengintip peluang meraih kemenangan keempat beruntunnya atas Semen Padang yang kalah di dua pertandingan terakhirnya.

Sementara big match akan tersaji saat Arema menjamu Madura United di Stadion Kanjuruhan, Minggu (14/5/2017). 'Singo Edan' diprediksi tampil ngotot untuk menebus kekalahan atas PSM Makassar di pekan sebelumnya.

Sementara sang pemuncak klasemen sementara, PSM Makassar, akan bertanding terakhir menghadapi PS TNI di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (15/5/2017).

Berikut Jadwal Pertandingan Liga 1 Pekan Keenam

Jumat (13/5/2017)
15:00 Persipura Jayapura vs Bhayangkara FC
18:30 Gresik United vs Persiba Balikpapan

Sabtu (14/5/2017)
15:00 Sriwijaya FC vs Barito Putera
18:30 Semen Padang vs Persib Bandung
18:30 Perseru Serui vs Persela Lamongan

Minggu (14/5/2017)
15:00 Persija Jakarta vs Mitra Kukar
18:30 Arema FC vs Madura United
18:30 Bali United vs Borneo

Senin (15/5/2017)
PS TNI vs PSM Makassar      

Bolalive11 - Bhayangkara FC akan melawat ke markas Persipura Jayapura di pertandingan lanjutan Liga 1. Tim besutan Simon Mcmenemy itu tak sabar meladeni 'Mutiara Hitam'.

Pertandingan antara Persipura melawan Bhayangkara FC itu akan berlangsung di stadion Mandala, Jayapura, Jumat (12/5/2017) sore WIB.

Tim tamu sedang dalam tren positif menatap pertandingan melawan Persipura. Mereka memenangi dua pertandingan terakhir saat melawan Sriwijaya FC dan Gresik United.

Harapan untuk meneruskan tren positif itu diungkapkan oleh pemain senior di Bhayangkara FC, Firman Utina. Dia meminta dukungan doa agar menuai hasil maksimal, apalagi Perseipura jelas mengusung kebangkitan usai terpeleset di kandang Persib Bandung.

"Kami sudah tidak sabar untuk menantang Persipura. Mudah-mudahan hasilnya maksimal. Minta doanya saja," pinta Firman.

Semua pemain Bhayangkara FC dalam kondisi prima menatap laga itu. Termasuk Evan Dimad dan Putu Gde yang baru saja menyelesaikan training camp bersama tim nasional U-22.

"Semua pemain dalam kondisi bagus. Mudah-mudahan bisa mendapatkan hasil maksimal, " harap sekretaris tim, Rahmad Sumanjaya.

Bolalive11 - PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana menggulirkan Liga 1 U-19 pada 9 Juli 2017.
Dijadwalkan, pendaftaran pemain periode pertama kompetisi usia muda ini akan dilaksanakan mulai 8 Mei hingga 31 Juli 2017. Pendaftaran dilakukan secara online.

Kuota pemain yang didaftarkan sekurang-kurangnya 18 pemain dan maksimal 30 pemain. Usia pemain yang diperbolehkan bermain di Liga 1 U-19 2017 adalah pemain kelahiran 1 Januari 1998 dan setelahnya.

"Liga U-19 ini merupakan pengganti kompetisi U-21 sebelumnya. Soal sistem kompetisinya, bisa ditanyakan ke pak Joko Driyono," kata Komisaris Utama PT LIB, Glenn Sugita, kepada Kompas.com, Sabtu (6/5/2017).

Dihubungi secara terpisah, Sekjen PSSI, Joko Driyono, menjelaskan bahwa konsep Liga 1 U-19 sama dengan format Liga U-21 pada musim sebelumnya.
"Tidak berubah konsepnya. Dari 18 tim dibagi ke dalam 3 grup. Masing-masing grup terdiri dari enam tim," kata Jokdri, sapaan akrabnya.

"Sementara untuk pembagian grupnya, LIB sedang menyusunnya," ujar Jokdri menambahkan.

Dikatakan Jokdri, Liga 1 U-19 merupakan bagian dari upaya PSSI untuk melakukan pengembangan usia. "Liga U-19 juga bagian dari tujuan olahraga itu sendiri," tuturnya.

Pada 2016, Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21 digelar. Kompetisi ini terbagi empat fase yang terdiri dari dua babak penyisihan grup dan babak sistem gugur yakni semifinal serta final.

Pada tahap pertama, 18 tim di bagi ke dalam tiga grup yang masing-masing kelompok berisi enam klub.

Dua tim teratas dan dua runner-up terbaik lolos ke fase kedua. Dari 8 tim yang lolos, kemudian dibagi lagi ke dalam dua grup. Pembagian grup 8 besar dan semifinal dilakukan dengan sistem undian.

Dua tim teratas dari masing-masing grup berhak lolos ke babak semifinal.
Sang juara ISC U-21 adalah PS TNI. Dimas Drajat dan kawan-kawan menjadi kampiun setelah mengalahkan Bali United U-21 dengan skor 6-1 pada partai puncak.

Sumber : kompas
 
Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman (tengah), bersama Dedi Kusnandar (kanan) dalam sesi jumpa pers.

BolaLive11 - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, mengabaikan rekor pertemuan menjelang partai Liga 1 kontra Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (7/5/2017).

Menurut Djanur, sapaan akrab Djadjang, pasukannya harus tetap bermain habis-habisan untuk mengamankan poin penuh. Walaupun, dalam dua pertandingan terakhir pada turnamen TSC 2016, mereka mampu unggul atas Persipura.

Kemenangan pada turnamen tersebut, menurut Djanur, tidak bisa dijadikan patokan. Sebab, situasi dan kondisi pertandingan di Liga 1 pasti berbeda.

"Peluang pada musim ini tetap terbuka, kami selalu berusaha semaksimal mungkin meraih hasil positif di kandang," kata Djanur di mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat (5/5/2017).
"Di TSC, kami mampu menang dua kali atas Persipura home and away, tetapi itu bukan jaminan. Tetap, Persipura adalah Persipura," ujar sang juru taktik.

Penampilan Persipura pada Liga 1, dinilai Djanur, semakin mengalami peningkatan, walaupun saat mengawali kompetisi Boaz Solossa dkk sempat ditahan imbang tamunya Persegres Gresik di Stadion Mandala Jayapura.

Pelatih yang sempat menimba ilmu kepelatihan di Inter Milan itu mengingatkan kembali pasukannya untuk tidak menganggap enteng Persipura.

"Pertandingan pertama mereka memang ditahan imbang Gresik, tetapi ke sini mereka tetap melaju. Mereka tetap pesaing yang serius. Kami membutuhkan keseriusan untuk bisa mengalahkan mereka," ucap Djanur.
Ezra Walian merayakan gol Jong Ajax saat bertanding menghadapi Utrecht II dalam laga Eerste Divisie, Senin (3/4/2017). (Dok. Ajax)

BolaLive11 -  Jong Ajax menang 2-1 atas SC Cambuur pada partai pekan ke-38 Eerste Divisie - kasta kedua Liga Belanda - di Stadion Sportpark De Toekomst, Jumat (5/5/2017).

Laga ini mempertemukan dua pemain asal Indonesia, Ezra Walian dan Stefano Lilipaly. Keduanya sama-sama mendapatkan menit tampil.

Lilipaly mengawali pertandingan di susunan starter SC Cambuur. Dia beroperasi sebagai sayap kanan dalam formasi 4-3-3. Hanya, pemain yang sudah mencetak 12 gol dan sepuluh assist di liga itu, gagal memberikan efek positif dalam hal permainan.

SC Cambuur bahkan sempat tertinggal 0-2 terlebih dahulu akibat lesakan Carel Eiting dan Mateo Cassierra sebelum jeda pertandingan.

Baru pada menit ke-58, Lilipaly mendapatkan peluang emas melalui umpan terobosan Jamairo Monteiro. Namun, usahanya belum membuahkan hasil.

Tak mampu mengangkat performa timnya, Lilipaly pun digantikan oleh Ricardo Kip pada menit ke-78.


Stefano Lilipaly merayakan gol Cambuur ke gawang Helmond Sport, Sabtu (4/2/2017).(Twitter @SCCambuurLwd)

Sepuluh menit setelah Lilipaly ditarik keluar, SC Cambuur memangkas jarak berkat gol penalti Erik Bakker. Prosesnya diawali pelanggaran Leon Bergsma di kotak terlarang.

Di sisi lain, Ezra baru masuk menggantikan Thulani Serero pada masa injury time. Tak banyak sentuhan dilakukan striker berdarah Manado itu.

Laga ini sekaligus menjadi kali terakhir Ezra berseragam Jong Ajax. Pihak klub tidak membarui kontraknya yang berakhir pada 30 Juni 2017.

Dengan kemenangan 2-1, Ajax menutup musim di posisi kedua dengan koleksi 76 poin dari 38 pertandingan. Hanya, mereka tidak bisa masuk ke play-off promosi degradasi karena ada Ajax Amsterdam di level teratas.

Tiket ke fase tersebut justru didapatkan SC Cambuur yang berada di peringkat ketiga dengan selisih lima angka. Lilipaly cs berhak memasuki babak kedua dan akan melawan MVV Maastricht.